~SEMOGA BERMANFAAT BAGI TEMAN-TEMAN YANG YANG SEPROFESI~

Jumat, 08 April 2011

ISPA

Infeksi Saluran Pernafasan Akut
Common Cold
Sinusitis
Rhinitis
Faringitis
Tonsilitis/adenoiditis
Common cold
Pengertian
Adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan gejala-gejala infeksi saluran napas
atas.
Etiologi
Pikornavirus, koronavirus, miksovirus, paravirus, adenoviris dan rhinovirus
Manifestasi Klnik
Kongesti nasal, sakit tenggorok, bersin-bersin, malaise, demam, menggigil, dan sering
sakit kepala serta sakit otot, kadang-kadang ada batuk.
Gejala berlangsung 5 – 14 hari
Terapi Medik
Pemberian cairan yang adekuat
Istirahat
Pencegahan menggigil
Dekongestan nasal aqueous
Vitamin C
Ekspectoran sesuai kebutuhan
Kumur air garam hangat dapat mengurangi nyeri tenggorok
Aspirin/asetaminofen
Intervensi Keperawatan
Pendidikan Pasien
Mencuci tangan –> mencegah penyebaran organisme
Menggunkan kertas tissue sekali pakai dan membuangnya dengan baik
Menutup mulut ketika batuk
Menghindri kerumunan orang banyak
SINUSITIS
SINISTIS adalah peradangan membran mukosa dari satu atau lebih sinus maksillaris,
frontal, etmoidalis atau sfenoidalis.
SINUSITIS AKUT
Etiologi penyakit oleh streptococcus pneumoniae, haemophilus influensae,
staphilococcus aureus.
Gejala
Nyeri diatas area sinus, sekresi nasal yang purulen
Patofisiologi
Kongesti nasal oleh inflamasi –> obstruksi rongga sinus –> Kondisi ini merupakan media
pertumbuhan bakteri.
Terapi Medis
Tujuan : mengontrol infeksi, memulihkan kondisi mukosa nasal dan menghilangkan
nyeri.
Pemberian antibiotik (pilihan) seperti amoksisillin dan ampisillin.
Pemberian dekongestan oral (drixoral dan dimetapp) atau topikal (afrin dan
otrivin)
Intervensi Keperawatan
Penddikan pasien
Tingkatkan masukan cairan
Lakukan kompres hangat setempat
Ajarkan metode untuk meningkatkan drainase seperti mandi uap, mandi hangat,
sauna fasial.
Informasikan tentang efek samping sprey hidung seperti kongesti rebound
Ajarkan cara pencegahan infeksi sinusitis
SINUSITIS KRONIK
Penyebab –> obstruksi hidung kronik akibat rabas dan edema mukosa hidung.
Gejala
Batuk, sakit kepala kronis pada daerah periorbital dan nyeri wajah (paling menonjol saat bangun tidur pd pagi hari)
Terapi Medis
Sama dengan pengobatan sinusitis akut
Pembedahan untuk memperbaiki deformitas struktural yang menyumbat ostia
(ostium sinus)
Intervensi Keperawatan
Pendidikan pasien
Drainase sinus (mandi uap dll)
Meningkatkan masukan cairan
Memasang penghagat lokal (kantung panas basah)
Jelaskan tanda dini infeksi sinus
RHINITIS
Pengertian
Inflamasi membran mukosa hidung yang dikelompokkan rhinitis allergik dan non
allergik
Rhinitis allergik –> mungkin suatu tanda dari allergi
Rhinitis non allergik disebabkan oleh : infeksi saluran napas (rhinitis viral dan
rhinitis bakterial, masuknya benda asing kedalam hidung, deformitas struktural,
neoplasma, dan massa, penggunaan kronik dekongestan nasal, penggunaan
kontrasepsi oral, kokain dan anti hipertensif
Gejala
Kongesti nasal, rabas nasal (purulent dengan rhinitis bakterialis), gatal pada nasal, bersin-bersin, sakit kepala
Terapi Medik
Tergantung penyebabnya (Allergik atau non allergik)
Pemberian antihistamin
Dekongestan
Kortikosteroid topikal
Natrium kromolin
Intervensi keperawatan
Pendidikan Pasien
Instruksikan pasien yang allergik untuk menghindari allergen atau iritan spt
(debu, asap tembakau, asap, bau, tepung, sprei
Sejukkan membran mukosa dengan menggunakan sprey nasal salin.
Melunakkan sekresi yang mengering dan menghiangkan iritan.
Ajarkan tekhnik penggunaan obat-obatan spt sprei dan serosol.
Anjurkan menghembuskan hidung sebelum pemberian obat apapun thd hidung
FARINGITIS
Faringitis Akut –> inflamasi febris tenggorok yang disebabkan oleh virus (70%) dan
bakterial (streptokokkus group A 30 %)
Gejala
Membran mukosa sangat merah
Tonsil kemerahan
Folikel limfoid membengkak dan dipenuhi eksudat
Pembesaran dan nyeri tekan pada nodus limfe servikalis
Demam, malaise, sakit tenggorok, serak, batuk, dan rhinitis
Patofisiologi
Infeksi virus hilang dalam 3 – 10 hari
Komplikasi mastoiditis, sinusitis, otitis media, abses peritonsilar, adenitis
servikal, demam reumatik dan nefritis
Terapi Medik
Bila penyebabnya bakterial maka pemberian agen bakterial (penisilin) diberikan
selama 10 hari
Berikan diet cair dan lunak
Anjurkan banyak minum (2-3 L/hari)
Intervensi Keperawatan
Pendidikan Kesehatan
Istirahat ditempat tidur selama fase febris penyakit
Buang tissu secara benar seteah digunakan (mencegah penyebaran infeksi)
Kumur salin hangat (40,6 oC – 43,3 o C)
Irigasi pd tenggorok mengurangi spasme pd tenggorok
Kolaborasi pmberian analgesik
Pemberian antitusif (kodein, dekstrometrofan)
Lakukan perawatan mulut
Jelaskan tentang pentingnya terapi antibiotik secara tuntas
Faringitis Kronik –> terjadi pada individu dewasa yang bekerja atau tinggal dalam
lingkungan berdebu, menggunakan suara berlebihan, menderita akibat batuk kronis, dan
penggunaan habitual alkohol dan tembakau
Jenis
Hipertrofik –> penebalan umum dan kongesti membran mukosa faring
Atrofik –> tahap lanjut dari jenis pertama (membran tipis, licin, keputihan,
berkerut)
Granular kronik pembengkakan folikel limfe pada dinding faring
Gejala
Keluhan sensasi iritasi dan sesak pada tenggorok yg terus menerus, lendir pada
tenggorok, adanya kesulitan menelan
Terapi Medik
Berikan sprei nasal atau obat-obatan yang mengandung epinefrin sulfat (afrin)
atau fenilefrin hidroklorida
Bila tdp allergi, berikan dekongestan anthistamin
Berikan aspirin atau asetaminofen
Hindari kontak dengan orang lain
Intervensi Keperawatan
Pendidikan kesehatan
Hindarkan kontak dengan orang lain sampai demam benar-benar menghilang.
Hindari penggunaan alkohol, tembakau, asap rokok dan pemajanan thd dingin
Hindari polutan lingkungan dengan menggunkan masker
Anjurkan untuk memperbanyak minum
Anjurkan berkumur dengan larutan salin normal
Tonsilitis
Peradangan tonsil
Penyebab umum adalah streptokokkus grup A
Gejala : sakit leher, nyeri menelan, menggigi, demam, dan sakit otot.
Biakan tenggorok harus dilakukan untuk menentukan penyebab
Terapi : meningkatkan jumlah cairan yang masuk ; obat kumur salin ; pemberian
antibiotik
LARINGITIS
Inflamasi pada laring
Penyebab : terlalu banyak menggunakan suara, pemajanan thd debu, bahan
kimiawi, asap, infeksi saluran napas atas ; hampir selalu disebabkan oleh virus
Gejala –> akut : suara serak atau tidak dpt mengeluarkan suara, batuk berat.
Kronik suara serak yang persisten
Terapi medik –> akut : istirahat berbicara, hindari merokok, istirahat ditempat
tidur, menghirup uap dingin atau aerosol. bila Kronik: istirahatkan suara,
hilangkan infeksi pernapasan yg ada (primer), batasi merokok, penggunaan
kortikosteroid topikal
Intervensi keperawatan: Instruksikan pasien mengistirahatkan suara dan
memepertahankan kelebaban lingkungan, sarankan penggunaan ekspektoran bila
ada sekresi laringeal, berikan cairan ( 3 Liter) untuk mengencerkan sekresi
Daftar Pustaka
Brunner & Suddart, 2000, Keperawatan Medikal Bedah, EGC, Jakarta
Corwin E, Patofisiologi (buku Saku), EGC, Jakarta


0 komentar:

Poskan Komentar

Free Sms Online

INFO MEDIS

My Acount Virtapay.com

http://www.virtapay.com/r/qun